Selasa, 08 November 2011

Perbedaan antara Archaebacteria dan Eubacteria

  1.   Eubacteria dan Archaebacteria
Awalnya, para ilmuwan mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kingdom yaitu tumbuhan dan hewan. Namun, seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, makhluk hidup sekarang terdiri atas enam kingdom. Sebelumnya, terdapat klasifikasi 5 kingdom dimana eubacteria dan archaebacteria tergabung dalam satu kingdom yaitu kingdom monera. Kingdom Monera meliputi seluruh makhluk hidup uniselular yang selnya bersifat prokariotik. Oleh sebab itu, terkadang kingdom ini juga disebut Prokaryotae. Kingdom ini dibagi menjadi dua divisi yaitu bakteria atau Schizomycetes dan Cyanophyta atau ganggang hijau-biru. Cyanophyta sekarang ini lebih dikenal sebagai Cyanobacteria dan termasuk dalam bakteria. Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologis bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokariot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudian disebut Eubacteria. (Becker,Wayne M 2005)
Eubacteria (“bakteri sejati”) termasuk didalamnya bakteri dan cyano-bacteria (biasa dikenal sebagai alga hijau biru). Eubacteria merupakan organisme prokariot. Eubacteria berkembang biak dengan pembelahan biner meskipun beberapa spesies diketahui berkembang biak dengan tunas. Dinding selnya mengandung peptidoglikan. Peptidoglikan merupakan gabungan protein dan polisakarida.
Dalam sistem klasifikasi pada sistem enam kingdom, Archaebacteria termasuk dalam satu kingdom tersendiri. Archaebacteria termasuk kelompok prokariotik. Pertama kali diidentifikasikan pada tahun 1977 oleh Carl Woese dan George Fox. Ada tiga kelompok dari Archaebacteria, yaitu methanogens, halophiles, dan thermophiles. Hidup di lingkungan yang ekstrim (contoh: di temperatur yang amat tinggi atau amat rendah). Berbeda dengan Eubacteria, Archaebacteria dinding selnya tak mengandung peptidoglikan. ( Madigan, Michael.T. 2009)
Secara singkat perbedaan dari eubacteria dan archaebacteria sebagai berikut :
ArchaebacteriaEubacteria
Komposisi RNA PolymeraseSepuluh arsitektur subunit intiEmpat arsitektur subunit inti
PatogenisitasNolEubacteria Beberapa patogen
Hubungan dengan Organisme LainReksaReksa, predator, patogen
Struktur selularDinding selnya tak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid.Dinding selnya mengandung peptidoglikan.
Peranan di AlamBelum diketahuiPeran yang signifikan dalam daur ulang hara
(Shukla, Ishani Chatterjee 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar